6 Warisan Sejarah pada Masa Penjajahan Belanda
6 Warisan Sejarah pada Masa Penjajahan Belanda, ratusan tahun penjajahan Belanda meninggalkan jejak sejarah yang masih dapat ditemukan hingga kini. Salah satu contohnya adalah Museum Fatahillah di Jakarta, yang dahulu merupakan Balai Kota Batavia. Bangunan tersebut memiliki desain mirip dengan Istana Dam di Amsterdam, Belanda.
Warisan sejarah seperti ini menjadi bukti nyata atas kejadian penting di masa lampau. Khususnya, masa penjajahan Belanda di Indonesia menyisakan berbagai bangunan dan infrastruktur yang masih berdiri kokoh. Berikut enam contoh warisan sejarah dari masa tersebut:
1. Museum Fatahillah
Museum ini terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat. Sebelum berfungsi sebagai museum, bangunan ini adalah Balai Kota Batavia pada masa kolonial Belanda.

Mengutip dari buku Museum di Indonesia dan Dunia oleh Rahayu (2019:23), bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Adapun struktur bangunannya meliputi:
-
Bangunan utama dengan dua sayap di bagian barat dan timur
-
Bangunan kantor pendamping
-
Ruang pengadilan
-
Ruang bawah tanah yang dahulu digunakan sebagai penjara
2. Jalan Anyer–Panarukan
Pada masa pemerintahan Belanda, rakyat Indonesia dipaksa membangun infrastruktur melalui kerja paksa atau kerja rodi. Salah satu hasilnya adalah Jalan Raya Pos dari Anyer ke Panarukan yang dibangun pada tahun 1808 di bawah perintah Gubernur Jenderal Daendels.

Tujuannya adalah mempercepat arus transportasi untuk distribusi barang, dokumen, dan komunikasi militer.
3. Istana Merdeka
Istana Merdeka juga merupakan warisan Belanda yang penting. Dalam buku Menelisik Museum Istana Kepresidenan Jakarta (Pamuji, 2020:57), disebutkan bahwa Gubernur Jenderal James Loudon memulai pembangunan bangunan ini berdasarkan usulan Pieter Mijer.

Pembangunan istana dimulai pada tahun 1873, di atas lahan seluas 2.400 m².
4. Lawang Sewu
Sementara itu, Lawang Sewu terletak di Semarang, Jawa Tengah. Nama ‘Lawang Sewu’ dalam bahasa Jawa berarti ‘seribu pintu’, merujuk pada banyaknya jumlah pintu di bangunan ini. Meski tidak benar-benar memiliki seribu pintu, bangunan ini tetap menarik perhatian karena arsitekturnya yang unik.

5. Benteng Belgica
Selanjutnya, Benteng Belgica berada di Pulau Neira, Kepulauan Banda. VOC membangun benteng ini di atas reruntuhan Benteng Nassau, peninggalan penjajahan Portugis. Tujuan pembangunannya adalah untuk mempertahankan diri dari perlawanan masyarakat Banda terhadap monopoli rempah-rempah.

6. De Javasche Bank
Sementara itu, Gedung De Javasche Bank terletak di Jalan Garuda No. 1, Krembangan, Surabaya. Pada masa kolonial, gedung ini merupakan cabang dari De Javasche Bank di Batavia dan berfungsi sebagai lembaga keuangan utama.

Kesimpulan
Warisan sejarah dari masa penjajahan Belanda bukan sekadar bangunan tua, tetapi juga menjadi pengingat perjuangan rakyat Indonesia dan berbagai perubahan besar yang membentuk perjalanan bangsa. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila keenam peninggalan ini—Museum Fatahillah, Jalan Anyer–Panarukan, Istana Merdeka, Lawang Sewu, Benteng Belgica, dan De Javasche Bank—masih berdiri sebagai bukti nyata perjalanan sejarah bangsa.
Baca Juga : Eksplorasi Dunia, Temukan Yang Terbaik